PTKP Terbaru 2018 – Perhitungan Perubahan Pajak Penghasilan

PTKP Terbaru 2018–  Jika anda belum mengetahui perubahan pajak penghasilan, siap-siap untuk menghitung ulang pajak penghasilan ptkp anda karena PTPK atau Penghasilan Tidak Kena Pajak saat ini mengalami perubahan. Namun anda tidak perlu khawatir, disini anda dapat mempelajari cara menghitung pajak penghasilan ptkp terbaru yang telah kami siapkan lengkap dengan contoh soalnya. Pertama bagi anda yang masih belum mengerti tentang pajak penghasilan atau PTKP 2018, berikut akan kami jelaskan secara lengkap tentang arti dan pengertian PTKP.

Definisi PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah pengurangan terhadap penghasilan bruto orang pribadi atau perseorangan sebagai wajib pajak dalam negeri dalam menghitung penghasilan kena pajak yang menjadi objek pajak penghasilan yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia. PTKP diatur dalam pasal 7 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

PTKP Terbaru

Ringkasan PMK 122/PMK.10/2015 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah sebagai berikut:

1.) Besarnya penghasilan tidak kena pajak disesuaikan menjadi sebagai berikut (Pasal 1):

  • Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
  • Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
  • Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 TAHUN 2008;
  • Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

2.) Ketentuan terkait penghitungan PPh 21 terkait PTKP 2016 baru ini akan dituangkan dalam Perdirjen Pajak (Pasal 2), tetapi perdirjennya masih belum terbit saat ini.

3.) PTKP 2015 ini berlaku untuk tahun pajak 2015 (pasal 3), sehingga bisa diartikan mundur yak, artinya sejak masa pajak Januari 2015 PPh 21 nya pun harus dibetulkan agar menggunakan PTKP 2015 ini.
4.) PMK 122 ini otomatis mencabut PMK 162 (pasal 4), dengan kata lain PTKP 2013 hanya berlaku untuk tahun pajak 2013 dan 2014 saja, sementara untuk tahun pajak 2015 harus sudah menggunakan PTKP 2015.

Tabel PTKP Tahun Pajak 2015 dst sesuai Permenkeu 122/PMK.10/2015

NoPenerimaNominal (Rp)
1Untuk Diri WP OP36.000.000
2Tambahan untuk WP kawin3.000.000
3Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami36.000.000
4Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.3.000.000

Tabel PTKP 2015 per status Wajib Pajak

NoStatus WPNominal (Rp)
1TK/036.000.000
2TK/139.000.000
3TK/242.000.000
4TK/345.000.000
5K/039.000.000
6K/142.000.000
7K/245.000.000
8K/348.000.000
9K/I/075.000.000
10K/I/178.000.000
11K/I/281.000.000
12K/I/384.000.000

Akibat dari kenaikan PTKP ini (lebih bayar atas PPh 21) akan dikompensasikan ke masa pajak berikutnya. Bila pada akhir tahun 2015 masih terdapat lebih bayar, dapat dikompensasikan sampai tahun 2016.

Tarif PTKP terbaru ( PTKP 2016 ) untuk PPh Pasal 21 berdasarkan PMK No. 101/PMK.010/2016 adalah:

  • Rp 54.000.000,- untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
  • Rp 4.500.000,- tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
  • Rp 54.000.000,- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
  • Rp 4.500.000,- tambahan untuk setiap anggota keluarga
    5 % untuk penerima penghasilan sampai dengan Rp 50 juta per tahun .

Tarif PTKP terbaru ( PTKP 2016 ) untuk batas penghasilan bruto PPh Pasal 21 untuk pegawai harian atau mingguan atau pegawai tidak tetap lainnya adalah Rp 450.000,- per hari.

Tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2017 

Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan, nilai PTKP terbaru adalah sebagai berikut :

NoUraianNilai
1Wajib Pajak (WP) 54.000.000,-
2Tambahan WP Kawin   4.500.000,-
3Tambahan Anak / Tanggungan   4.500.000,-
4+ Penghasilan Suami Isteri Digabung 54.000.000,-

Catatan : Tambahan jumlah Anak / Tanggungan maksimal 3 orang.

PTKP 2018 :

NoDeskripsiJumlah
1Wajib Pajak54.000.000
2+ WP Kawin4.500.000
3+ Anak : maksimal 34.500.000
4+ Penghasilan Suami/Istri Digabung54.000.000

Cara Menghitung Pajak Penghasilan PTKP 2018 Terbaru

  1. PTKP Wajib Pajak Tidak Kawin
DeskripsiStatusNilaiTotal
+ Wajib PajakWP54.000.00054.000.000
+ Tanggungan 1TK/14.500.00058.500.000
+ Tanggungan 2TK/29.000.00063.000.000
+ Tanggungan 3TK/313.500.00067.500.000
  1. PTKP Wajib Pajak Kawin
DeskripsiStatusNilaiTotal
+ Wajib PajakWP54.000.00054.000.000
+ WP KawinK/04.500.00058.500.000
+ Tanggungan 1K/14.500.00063.000.000
+ Tanggungan 2K/29.000.00067.500.000
+ Tanggungan 3K/313.500.00072.000.000
  1. Wajib Pajak Kawin + Penghasilan Istri dan Suami Digabungkan
DeskripsiStatusNilaiTotal
+ Wajib PajakWP54.000.00054.000.000
+ Penghasilan digabung54.000.000108.000.000
+ WP KawinK/I/04.500.000112.500.000
+ Tanggungan 1K/I/14.500.000117.000.000
+ Tanggungan 2K/I/29.000.000121.500.000
+ Tanggungan 3K/I/313.500.000126.000.000

Apabila penghasilan dibawah PTKP, maka sesuai dengan pasal 2 dan 3 dari Peraturan Menteri Keuangan : Nomor 183/PMK.03/2007, maka Anda tidak diwajibkan untuk lapor SPT Tahunan.

Baca juga : Perhitungan PPH 21

Perhatikan contoh soal menghitung ptkp terbaru berikut ini:

Bapak Fulan pada tahun 2015 bekerja pada perusahaan PT Maju Mundur dengan memperoleh gaji sebulan Rp 4.500.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 100.000,00. Status Bapak Fulan K/0. Penghitungan PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut :

Gaji sebulan Rp 4.500.000,00.

Pengurangan :
Biaya Jabatan : 5% x Rp 4.500.000,00 Rp 225.000,00
Iuran pensiun Rp 100.000,00 (+) Rp 325.000,00 (-)
Penghasilan neto sebulan Rp 4.175.000,00.

Penghasilan neto setahun adalah 12 x Rp 4.175.000,00 = Rp 50.100.000,00.

PTKP setahun Bapak Fulan:
– untuk WP sendiri Rp 24.300.000,00
– tambahan WP kawin Rp 2.025.000,00 (+) Rp 26.325.000,00 (-)
Jadi Penghasilan Kena Pajak setahun Bapak Fulan adalah sebesar Rp 23.775.000,00

Menghitung PPh Pasal 21 terutang :
5% x Rp 23.775.000,00 = Rp 1.188.750,00
PPh Pasal 21 sebulan :
Rp 1.188.750,00 : 12 = Rp 99.063,00.

Nah, Semoga contoh soal menghitung ptkp 2018 terbaru diatas dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian ulasan mengenai Perhitungan Perubahan Pajak Penghasilan PTKP 2018 Terbaru yang dapat kami bagikan kali ini.

Keywords:

ptkp 2018,ptkp terbaru,ptkp,cara menghitung penyesuaian penghasilan tidak kena pajak,contoh soal ptkp 2018,minimal penghasilan kena pajak 2018,perhitungan pajak penghasilan dengan menggunakan PTKP merupakan teori,ptkp diatur dalam